Sabtu, 23 Desember 2017

5 Hal yang Hanya Dimiliki Oleh Singapura

5 Hal yang Hanya Dimiliki Oleh Singapura
5 Hal yang Hanya Dimiliki Oleh Singapura
Sebagai negara yang lebih muda ketimbang Indonesia, Singapura mengalami kemajuan pesat. Banyak inovasi yang dilakukan pemerintah Singapura untuk menata kehidupan penduduknya.
Singapura memiliki 5 hal yang gak dimiliki oleh negara lain, inilah 5 hal tersebut:

1. Speak corner
Sama seperti Indonesia yang mengusung asas demokrasi, pemerintah Singapura mengizinkan masyarakatnya untuk mengemukakan pendapat di muka umum. Tapi mereka tak boleh berunjuk rasa di sembarang tempat. Untuk itu, pemerintah Singapura menyediakan speak corner atau pojok berbicara. Untuk mengeluarkan uneg-unegnya di muka umum, demonstran harus mendaftar dulu ke instansi pemerintah.

Tapi tak ada juga yang berbicara di sana karena setiap orang sibuk. Dan tidak ada yang mendengarkan karena mereka malas berpanas-panasan.

2. Kincir raksasa
Flyer, sebuah kincir raksasa yang berada di selatan Singapura. Tepatnya dekat dengan Marina Bay. Kata Jean, tiap penumpang Flyer bisa melihat seluruh Singapura dari atas, dan sebagian Pulau Sumatera. Dan untuk itu, diperlukan waktu 30 menit setiap satu putaran. Kincir ini pun lebih besar daripada yang ada di London.

3. ERP
ERP adalah sistem jalan berbayar bagi kendaraan yang melintasinya. Secara sistem, ERP tak berbeda jauh dengan jalan tol di Indonesia. Namun ERP tak memiliki loket penarik tarif dari pengemudi. Pemerintah Singapura memiliki alat yang menarik langsung uang pengemudi dari rekening mereka. Dan perangkat itu tersebar di muka jalan yang banyak dilalui kendaraan.

ERP bukan electronic road pricing, tapi everyday robe people. Karena tarifnya sungguh mahal.
5 Hal yang Hanya Dimiliki Singapura
5 Hal yang Hanya Dimiliki Singapura


4. Mobil akhir pekan
Guna menekan jumlah kendaraan di jalanan, pemerintah Singapura menerapkan dua sistem kendaraan pribadi: mobil hari kerja dan mobil akhir pekan. Secara umum, tak ada yang beda dengan dua kendaraan roda empat itu. Pelat nomornya saja tidak sama. Mobil akhir pekan berpelat merah dan mobil hari kerja berpelat hitam.

Mobil akhir pekan hanya bisa dipakai pada Sabtu, Ahad, hari libur nasional, dan setiap hari di atas pukul 19.00. Sedangkan mobil hari kerja bisa dipakai kapan pun. Tapi mobil akhir pekan boleh dipakai di jam kerja, tapi harus izin dulu dan akan ditarik bayaran tinggi.

5. Rumah kuli
Di kawasan China Town, kata Jean, terdapat rumah kuli atau coolie house. Bangunan itu berlantai tiga dengan luas ruangan sekitar 60 meter persegi. Dinamakan rumah kuli karena di zaman dulu memang digunakan sebagai tempat tinggal pekerja bangunan asal Cina.

Satu ruangan bisa dihuni 223 kuli, tanpa sekat kamar dan toilet. Tapi sekarang bangunan itu sudah berubah jadi restoran.
Continue reading

Rabu, 13 Desember 2017

Tempe Aja Langka?


Tempe Aja Langka?
Tempe Aja Langka?
Hihihi, judulnya agak ndeso. Tapi gak papa, yang penting rejeki kuto. Kali ini saya coba nulis tentang tempe, makanan khas Indonesia yang sangat akrab dengan perut masyarakat menengah ke bawah.

Tempe merupakan makanan yang sangat banyak mengandung protein, meskipun sangat sederhana. Tempe terbuat dari bahan baku kedelai, sama halnya dengan tahu. Tapi anehnya selama 3 hari yang lalu, di Indonesia tepatnya di Jakarta tempe menjadi langka, bahkan menghilang dari peredaran.

Menghilangnya tempe dari peredaran dikarenakan, aksi mogok dari para pedagang tempe sebagai bentuk protes karena harga bahan baku tempe melambung tinggi. Para pedagang tempe pun merasa keberatan, yang perlu ditanyakan. Kok bisa kedelai jadi mahal?

Setelah mendengar berita dari berbagai media, ternyata melambungnya harga kedelai karena pasokan kedelai dari Amerika juga mengalami penurunan? HAH, Hello.. What… jujur saya kaget bukan bohongan kalau kedelai merupakan bahan import dari negara Amerika. Selama ini saya mengira kedelai bisa didapat dari petani-petani di Indonesia.

Jika kedelai aja import, apakah salah kalau kita semua menghakimi bahwa pemerintahan sekarang lebih buruk dari zaman orde baru di bawah kepemimpinan pak harto? Apakah salah kalau kita menganggap pemerintahan sekarang gagal total?

Lagi-lagi kalau bicara masalah beginian, pasti akan disangkut pautkan dengan politik. Tapi saya gak perduli, intinya saya sebagai golongan orang menengah kebawah sekarang hanya mampu ngurusin perut. Tanpa memikirkan siapa presiden sekarang, ataupun yang akan datang. Semula masyarakat menengah ke bawah, makan pake nasi, tahu, tempe dan krupuk. Bisa jadi untuk beberapa tahun kemudian akan makan nasi dengan krupuk saja.

Oh, tempe.. Proteinmu sangat bermanfaat bagi kami, engkau telah menyehatkan kami. Tapi sekarang, hargamu melonjak bahkan sangat langka. Darimana akan saya dapatkan protein yang murah meriah, semua protein sekarang mahal. Oh Tempe…

#nulis ini sambil kelaperan, ngiler pengen tempe.
Continue reading

Sejarah dan Keunggulan KOPASSUS

Sejarah dan Keunggulan KOPASSUS
Sejarah dan Keunggulan KOPASSUS
Kecelakaan pesawat sukhoi buatan Rusia memang meninggalkan pilu dan kesedihan bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya keluarga yang ditinggalkan oleh korban. FYI, Pesawat Sukhoi Superjet 100 itu mengalami lost contact pada hari rabu 9 Mei 2012 setelah meminta ijin menurunkan ketinggian dari 10.000 kaki ke 6000 kaki.

Esok harinya pesawat naas tersebut ditemukan menabrak tebing di Gunung Salak Bogor Jawabarat. Dalam pemberitaan media sosial, cetak maupun elektronik kita sering mendengan kata Kopassus. Tentara Indonesia dengan baret merah ini tak henti-hentinya mengevakuasi korban bersama dengan tim gabungan lainnya.
 
Saya akan mencoba menulis sejarah dan keunggulan Kopassus yang merupakan salah satu tentara elit di Dunia ini.

Sejarah Berdirinya Kopassus


Kopassus dibentuk oleh Kolonel E Kawilarang yang waktu menjabat sebagai Panglima TT III / Tentara Teritorium Siliwangi. Ia memanggil seorang bekas tentara KNIL yang memilih menjadi WNI, ketika terjadi perang DI /TII, namanya Mayor Ijon Jambi (orang Belanda, Nama aslinya RB Visser).

Kopassus diresmikan oleh AH Nasution pada waktu itu dan hanya 6 bulan berada dibawah TT III Siliwangi sebelum akhirnya diambil alih oleh AD.

Baretnyapun berwarna merah, karena memang mengambil alih konsep pasukan belanda “rod beret”.

Mengenai warna baret ini perlu kita ketahui bersama bahwa seluruh pasukan khusus di dunia menggunakan warna hijau, sedangkan pasukan “lintas udara” nya berwarna merah. Tapi di Indonesia terbalik, justru pasukan khususnya yang menggunakan baret warna merah.

Saat ini Kopassus terdiri dari 5 Group (istilah group hanya dipakai oleh Special Forces dibeberapa negara didunia, sedangkan tentara pada umumnya menggunakan istilah Batalyon, Detasemen, Brigade dan Divisi). Setiap Group dipimpin oleh seorang Pamen berpangkat Kolonel. Dari prajurit sampai dengan Kolonel adalah tentara yang profesional dan terlatih terus baik secara fisik maupun mental. Jadi jangan dibayangkan bahwa semakin tinggi pangkat atau tua usia seorang prajurit Kopassus itu akan jadi lamban seperti tentara pada umumnya. Sangat sulit menemukan anggota TNI yang pensiun di Kopassus, karena begitu fisiknya tidak memadai, Ia akan langsung mutasi ke Satuan lainnya.

FYI, bahwa sejak bulan Juni 1997 Kopassus mengirimkan team kecilnya keseluruh kota-kota besar di Indonesia dengan tugas RAHASIA, karena ABRI yang lainpun tidak mengetahui dengan pasti apa tugas mereka. Di beberapa lokasi / Kodam, tentara lokalnya bahkan tersinggung karena seolah-olah dianggap tidak mampu me manage daerahnya. Mereka ditarik kembali ke Jakarta pada bulan Januari 1998
Keunggulan KOPASSUS
Keunggulan KOPASSUS
Kehebatan lain Group ini adalah pola perilaku dan penampilannya yang sama sekali tidak mirip tentara. Misalnya cara bicara tidak patah-patah, rambut panjang, tidak pernah menghormat atasan atau yang pangkatnya lebih tinggi bila bertemu di luar Ksatrian mereka. Jadi sangat jauh dengan Serse Polisi atau Intel Kodim dll. yang kadangkala justru menunjukkan kalau dirinya Intel Mereka tidak ngantor setiap hari dan sangat jarang pakai seragam, hanya pada saat tertentu saja mereka kembali ke kantor (misalnya 2 minggu sekali untuk laporan atau mendapat tugas baru). Jadi pada prinsipnya mereka sangat aktif berkecimpung dalam kehidupan masyarakat biasa misalnya di RT / RW, Perkumpulan Terjun Payung, dsb.
“Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada Gagal di Medan Tugas”

Di atas adalah semboyan kopassus.

Keunggulan Kopassus:

  1. Seorang Kopassus dapat disetarakan dengan minimal 5 orang tentara biasa, karena ybs dilatih dengan berbagai ketrampilan (komunikasi radio, menembak, P3K dll). Di tentara biasa hal ini tidak dijumpai
  2. Kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas
  3. Biaya pelatihan seorang Kopasssus mahal
  4. Peralatan yang canggih dan tepat guna
  5. Secara umum kesejahteraan anggota Kopassus lebih baik dibandingkan tentara pada umumnya, terutama ketika dibawah Prabowo, karena ia sangat memperhatikan hal ini.
  6. Sangat jarang bagi mereka tinggal dirumah, selalu latihan dan operasi
  7. Mereka adalah tentara profesional yang tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan dalam membela negaranya dari bahaya
  8. Sangat amat jarang ditemukan anggota Kopassus yang bekerja menjadi SATPAM di industri-industri, sebagaimana sering ditemui terjadi pada tentara lainnya. Karena relatif taraf ekonomi mereka lebih terjamin sehubungan dengan adanya YAYASAN KOBAME (Korps Baret Merah)
  9. Cara-cara mereka beroperasi sangat profesional (dalam pengertian tentara misalnya tehnik membunuh, kontra intelejen, agitasi, propaganda, perang psikologi, penggalangan massa, menguasai berbagai macam type senjata). Saya tidak mengartikan dalam konteks HAM dan hukum positif.
Melihat keunggulan-keunggulan di atas, Kopassus pantas menempati peringkat 3 pasukan elit terbaik di dunia. Posisi pertama di tempati SAS (Inggris), peringkat kedua MOSSAD (ISRAEL). Karena Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya.

Kita harusnya bangga akan pasukan baret merah yang bangsa kita miliki
Continue reading